ORARI Lokal Pati
Selasa, 25 Agustus 2026
Kamis, 13 Agustus 2026
KODE “Q” INTERNASIONAL DALAM RADIO AMATIR
Kode "Q" Internasional
Standar Singkatan Komunikasi Radio Amatir (CW / Voice)
Pengertian: Kode Q digunakan dalam komunikasi CW/Suara sebagai singkatan kebutuhan komunikasi. Berisi 3 huruf yang diawali huruf Q (berkisar dari QAA-QZZ, komunikasi umum QRA-QUZ).
Kode Q bersifat fleksibel: berfungsi sebagai PERTANYAAN (bila ditambahkan tanda tanya "?") sekaligus JAWABAN/PERNYATAAN.
| Kode | Pertanyaan | Pernyataan / Jawaban |
|---|---|---|
| QRA | Apa nama stasiun saudara? (QRA?) | Nama stasiun saya … (QRA …) |
| QRB | Seberapa jauh letak stasiun saudara dari tempat saya? (QRB?) | Jarak antara kita adalah … (QRB … m/Km) |
| QRD | Mau kemana dan dari mana? (QRD?) | Ke … (tujuan) dari … (asal) (QRD … …) |
| QRG | Berapa frekuensi saya sebenarnya? (QRG?) | Frekuensi anda adalah … MHz/KHz (QRG …) |
| QRH | Apakah frekuensi saya bergerak/bergeser? (QRH?) | Frekuensi anda bergerak/bergeser … KHz (QRH … Down/Up) / Tidak bergeser (QRH N) |
| QRI | Bagaimana nada pancaran saya? (QRI?) | Nada pancaran anda … (1: Baik, 2: Sedang, 3: Jelek) |
| QRK | Bagaimana readibility signal saya? (QRK?) | Readibility signal saudara adalah … (1: Sangat lemah s.d 5: Sangat kuat) |
| QRL | Apakah anda sibuk? / Apakah frekuensi ini sedang dipergunakan? (QRL?) | Ya, saya sedang sibuk / Frekuensi ini sedang dipergunakan oleh … (QRL / QRL …) |
| QRM | Apakah anda terganggu oleh signal lain? (QRM?) | Saya … (1: Tidak terganggu s.d 5: Sangat terganggu) |
| QRN | Apakah anda mengalami gangguan statik? (QRN?) | Saya … (1: Tidak terganggu s.d 5: Sangat terganggu) |
| QRO | Haruskah saya membesarkan daya pancar saya? (QRO?) | Besarkanlah daya pancar anda (QRO) |
| QRP | Haruskah saya mengecilkan daya pancar saya? (QRP?) | Kecilkanlah daya pancar anda (QRP) |
| QRQ | Perlukah saya percepat pengiriman? (QRQ?) | Percepat pengiriman … WPM (QRQ … WPM) / Tidak perlu (QRQ N) |
| QRR | Siapkah anda untuk menerima CW? (QRR?) | Kirimlah … WPM (QRR … WPM) |
| QRS | Perlukah pengiriman diperlambat? (QRS?) | Perlambat pengiriman … WPM (QRS … WPM) |
| QRT | Apakah pengiriman ingin dihentikan? (QRT?) | Hentikan pengiriman (QRT) |
| QRU | Apakah ada sesuatu untuk saya? (QRU?) | Tidak ada sesuatu untuk anda (QRU) |
| QRV | Apakah anda sudah siap? (QRV?) | Saya telah siap (QRV) |
| QRW | Apakah … (stasiun) harus saya beritahu bahwa anda memanggilnya pada … MHz/KHz? (QRW?) | Beritahulah … bahwa saya memanggilnya pada … MHz/KHz (QRW … …) |
| QRX | Kapan anda memanggil saya lagi? (QRX?) | Saya panggil anda … (waktu) pada … KHz/MHz (QRX … …) |
| QRY | Kapan giliran saya? (QRY?) | Giliran anda setelah … (nama stasiun) (QRY …) |
| QRZ | Siapa memanggil saya? (QRZ?) | Anda dipanggil … (nama stasiun) di … MHz/KHz (QRZ … …) |
| QSA | Berapa kekuatan signal saya? (QSA?) | Signal anda … (1: Sangat lemah s.d 5: Sangat kuat) |
| QSB | Apakah signal saya tidak konstan/turun-naik? (QSB?) | Signal anda tidak konstan/turun-naik (QSB) |
| QSD | Apakah keying saya rusak? (QSD?) | Keying saudara rusak (QSD) |
| QSG | Haruskah saya mengirim … berita sekaligus? (QSG?) | Kirimlah … berita sekaligus (QSG …) |
| QSK | Dapatkah anda mendengar saya diantara pancaran saudara? (QSK?) | Saya dapat mendengar anda diantara signal saya sendiri (QSK) |
| QSL | Apakah semua dapat diterima dengan baik? (QSL?) | Saya terima semua dengan baik (QSL) |
| QSM | Haruskah saya ulang pengiriman berita yang telah saya kirim? (QSM?) | Ulangi berita yang telah anda kirim (QSM / QSM …) |
| QSN | Apakah anda mendengar saya pada … MHz/KHz? (QSN?) | Saya mendengar saudara pada … MHz/KHz (QSN …) |
| QSO | Apakah anda dapat berkomunikasi dengan … (nama stasiun)? (QSO …?) | Saya dapat berkomunikasi dengan … (nama stasiun) (QSO …) |
| QSP | Dapatkah anda menyampaikannya kepada … (nama stasiun)? (QSP …?) | Ya, akan saya sampaikan kepada … (nama stasiun) (QSP …) |
| QSX | Maukah anda mendengarkan … pada … MHz/KHz? (QSX … …?) | Saya akan mendengarkan … pada … MHz/KHz (QSX … …) |
| QSY | Apakah saya harus pindah ke frekuensi lain / bergeser ke … MHz/KHz? (QSY?) | Anda harap pindah ke frekuensi lain / ke … MHz/KHz (QSY / QSY …) |
| QSZ | Haruskah saya mengirim setiap kata/susunan kata lebih dari satu kali? (QSZ?) | Kirimlah setiap kata/susunan kata … kali (QSZ …) |
| QTA | Apakah berita nomer … dibatalkan? (QTA …?) | Berita nomer … agar dibatalkan (QTA …) |
| QTC | Berapa berita lagi yang harus dikirim? (QTC?) | Ada … berita lagi untuk … (QTC …) |
| QTH | Dimana posisi anda? (BUKAN posisi rumah/alamat) (QTH?) | Saya sedang di … (nama lokasi/posisi) (QTH …) |
| QTN | Pukul berapa saudara berangkat dari … (tempat/lokasi)? (QTN …?) | Saya berangkat dari … pukul … (QTN … …) |
| QTR | Pukul berapa saat ini? (QTR?) | Saat ini pukul … (QTR …) |
| QTV | Haruskah saya siap pada … MHz/KHz pukul …? (QTV … …?) | Anda diharap siap pada … MHz/KHz pukul … (QTV … …) |
| QTX | Dapatkah anda tetap membuka komunikasi dengan saya hingga pukul …? (QTX …?) | Saya akan tetap membuka komunikasi dengan anda sampai pukul … (QTX …) |
ORARI Amatir Radio — 73!
KODE ETIK AMATIR RADIO
KODE ETIK AMATIR RADIO
01. BERJIWA PERWIRA
Secara sadar ia tidak akan menggunakan udara untuk kesenangan pribadi sedemikian rupa, sehingga mengurangi kesenangan orang lain.
02. SETIA
Ia mendapat ijin amatir dari Pemerintah karena Organisasinya, dan ia akan setia serta patuh kepada Negara dan Organisasinya.
03. PROGRESIF
Amatir radio selalu menyesuaikan stasiun radionya setingkat dengan ilmu pengetahuan. Ia membuatnya dengan baik dan efisien. Ia mempergunakan dan melayaninya dengan cara yang bersih dan teratur.
04. RAMAH TAMAH
Jika diminta ia akan mengirim beritanya dengan perlahan dan sabar, kepada yang belum berpengalaman. Ia memberi nasehat, pertimbangan dan bantuan secara ramah tamah. Inilah ciri khas amatir radio.
05. BERJIWA SEIMBANG
Radio merupakan hobinya. Ia tidak memperkenankan hobinya mempengaruhi kewajiban terhadap rumah tangga, pekerjaan, sekolah, atau masyarakat sekitarnya.
06. PATRIOT
Ia selalu siap sedia dengan pengetahuan dan stasiun radionya untuk mengabdi kepada Negara dan Masyarakat.
Disahkan oleh: Kongres I ORARI
Tanggal: 9 Juli 1968
Di: Jakarta
Senin, 13 Juli 2026
Propagasi Gelombang Radio HF band
Dalam dunia komunikasi radio amatir, khususnya pada frekuensi High Frequency (HF) di rentang 1.8 MHz hingga 30 MHz, kondisi sinyal sangat bergantung pada fenomena alam yang dinamakan Propagasi Gelombang Radio. Berbeda dengan frekuensi VHF/UHF yang sifatnya Line-of-Sight (pancar lurus), sinyal HF memanfaatkan lapisan Ionosfer bumi untuk memantulkan gelombang radio sehingga kita bisa berkomunikasi antar pulau bahkan antar benua (DXing).
Memahami Parameter Indikator Solar
Kondisi lapisan Ionosfer sangat dipengaruhi oleh radiasi Matahari. Berikut adalah istilah penting dalam membaca widget kondisi band di atas:
- SFI (Solar Flux Index): Mengukur besarnya radiasi sinar ultraviolet dan radio dari Matahari. Semakin tinggi angka SFI (idealnya di atas 100-150+), semakin rapat ionisasi di lapisan Ionosfer, yang membuat band frekuensi tinggi (15m, 12m, 10m) terbuka lebar untuk komunikasi jarak jauh (DX).
- SSN (Sunspot Number): Jumlah bintik hitam pada permukaan Matahari. Makin banyak bintik matahari, makin kuat ionisasi ionosfer yang mendukung propagasi HF.
- K-Index & A-Index: Indikator gangguan/badai geomagnetik bumi.
- K-Index (0-9): Angka rendah (0–2) berarti kondisi medan magnet bumi tenang/stabil (sangat baik). Angka ≥ 4 menandakan adanya badai geomagnetik yang dapat mengacak ionosfer dan merusak sinyal HF.
- A-Index (0-400): Rata-rata harian aktivitas geomagnetik. Makin rendah nilainya, makin jernih kondisi penerimaan di radio.
- X-Ray (Solar Flares): Tingkat emisi sinar-X dari ledakan Matahari. Jika terjadi flare kelas kuat (seperti M-Class atau X-Class), dapat mengakibatkan fenomena Radio Blackout mendadak pada band frekuensi HF bagian bawah.
Karakteristik Masing-Masing Band HF
Setiap alokasi frekuensi HF memiliki karakter pantulan unik berdasarkan waktu (siang/malam):
| Band | Frekuensi | Karakteristik Propagasi Utama |
|---|---|---|
| 160m & 80m | 1.8 MHz & 3.5 MHz | Night-time Bands. Pada siang hari sinyal habis diserap oleh lapisan D ionosfer. Sangat bagus untuk komunikasi lokal/regional dan DX jarak jauh pada malam hari. |
| 40m | 7.0 MHz | Workhorse Band. Band paling populer di Indonesia. Sangat stabil untuk jangkauan lokal/nasional di siang hari (NVIS) dan berubah menjadi band DX jarak jauh yang ampuh di malam hari. |
| 20m | 14.0 MHz | King of DX. Band utama untuk komunikasi antar benua. Sangat aktif dari pagi hingga sore/malam hari tergantung siklus Matahari. |
| 17m, 15m, 12m, 10m | 18 MHz – 28 MHz | Day-time High Bands. Sangat peka terhadap nilai SFI tinggi. Jika Matahari aktif, band 10m/15m bisa terbuka lebar dengan sinyal sangat jernih dan daya pancar (power) rendah sekalipun. Sering tutup pada malam hari. |
Salam 73 & Good DX! — ORARI Lokal Kabupaten Pati (YH2AS)
Sejarah ORARI
Sejarah ORARI
Sejarah Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia adalah tonggak sejarah tumbuh dan berkembangnya ORARI.
Kegiatan radio amatir merupakan kegiatan orang-orang yang mempunyai hobi dalam bidang tehnik transmisi radio dan elektronika, kegiatan ini sudah ada sejak tehnik transmisi radio ditemukan dan karena kegiatan ini menggunakan disamping peralatan juga media spektrum gelombang elektro magnetik yang menyangkut kepentingan kehidupan manusia dalam alam semesta ini maka, kegiatan ini disahkan, diatur dan diawasi secara global baik oleh Badan2 telekomunikasi international ITU & IARU maupun oleh badan telekomunikasi nasional disetiap negara.
Para amatir radio sedunia sadar bahwa kegiatan ini harus dilakukan secara tertib dan benar menurut kaidah hidup manusia dan peraturan yang berlaku secara internasional dan nasiona,l oleh karena itu dalam melakukan kegiatannya mereka mempunyai dan berlandaskan KODE ETIK AMATIR RADIO.
Demikian juga di Indonesia kegiatan Amatir radio sudah ada sejak awal abad ke 20. Semasa perang kemerdekaan RI para amatir radio di Indonesia juga aktive berjuang dengan peralatan dan keahliannya. Mereka bergabung di dalam wadah Persatoean Amateur Repoeblik Indonesia (PARI). Namun pada zaman orde lama sehubungan dengan diberlakukannnya SOB kegiatan ini dilarang.
Terbentuknya Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia
Nara Sumber: RAJ Lumenta, Engkus, Herry Sembel, Hasan Koesoema Ardiwinata, MI Khadja, Willy A. Karamoy,
Terbentuknya orari boleh dikata berawal di Jakarta dan Jawa Barat atau pulau Jawa pada umumnya dan diprakarsai oleh kegiatan aksi mahasiwa , pelajar dan kaum muda, diawal tahun 1965 sekelompok mahasiwa publistik yang tergabung dalam wadah KAMI membentuk radio siaran perjuangan bernama Radio Ampera, mulai saat itu juga bermunculanlah radio siaran lainya seperti Radio Fakultas Tehnik UI, Radio Angkatan Muda, Kayu Manis, Draba dll. Sudah tentu semua radio siaran itu merupakan siaran yang tak memiliki izin alias Radio gelap. Sadar karena semakin banyaknya radio siaran bermunculan yang memerlukan suatu koordinasi demi tercapainya perjuangan ORBA maka dibentuklah pada tahun 1966 oleh para mahasiwa suatu wadah yang diberi nama PARD (Persatuan Radio Amatir Djakarta) di antaranya terdapat nama-nama koordinatornya seperti Willy A Karamoy. Ismet Hadad, Rusdi Saleh ……dll. Dan di Bandung terbentuk PARB. Bagi anggota yang hanya berminat dalam bidang teknik wajib menempuh ujian tehnik dan bagi kelompok radio siaran disamping perlu adanya tehnisi yang telah di uji juga wajib menempuh ujian tehnik siaran dan publisistik. Setelah itu kesemuanya diberi callsign menggunakan prefix X, kode area 1 s/d 11 dan suffix 2 huruf sedangkan huruf suffix pertamanya mengidentifikasikan tingkat keterampilannya A s/d F seperti X6AM, X11CB dsb sedangkan untuk radio siaran diberi suffix 3 huruf.Pada mulanya PARD merupakan wadah bagi para amatir radio dan sekaligus radio siaran . Sehingga pada saat itu secara salah masyarakat mengidentikan Radio amatir sebagai radio siaran non RRI. Karena adanya Tingkatan keterampilan, PARD saat itu juga menyelenggarakan ujian kenaikan tingkat.
Disamping itu terdapat juga para Amatir era 1945-1952 yang tergabung dalam PARI (Persatoean Amatir Repoeblik Indonesia 1950), di antaranya terdapat nama – nama , Soehodo †. (YBØAB), Dick Tamimi †. (YBØAC), Soehindrio (YBØAD), Agus Amanto † (YBØAE), B. Zulkarnaen †. (YBØAU), Koentojo † (YBØAV) dll. Di antara mereka ternyata ada juga yang menjadi anggota PARD seperti, (YBØAE) dan (YBØAU).
Penertiban
Demi ketertiban pemakaian frekwensi di Jakarta pada pertengahan 1967 atas prakarsa bapak Bambang Soehardi † selaku Ka Hubdam V Jaya diberlakukan wajib daftar bagi setiap Amatir radio dan broadcaster diHubdam V Jaya dengan rekomendasi dari PARD dan masa berlakunya surat tanda pendaftarannya adalah 3 bulan.(Surat tanda Daftar baru keluar ± bulan Juni 1968)
Pada Akhir tahun 1967 atas prakarsa Dr. Rubiono Kertopati † (salah satu perintis Lembaga Sandi Negara) selaku ketua Dewan Telkomunikasi, Koentojo † (YBØAV) selaku Sekretaris Dewan TelKom dan bapak Soerjadi † (YBØAZ) selaku Ka HubAd telah diundangkan Peraturan Presiden No. 21 yang mengatur Kegiatan Amatir radio di Indonesia.
ORARI Nasional
Dengan terbentuknya ORARI maka terjadilah masa transisi dalam meletakkan istilah Amatir pada tempatnya, terutama dimasyarakat dan bahkan banyak di antara pengurus terutama di daerah masih mengidentikan kegiatan Amatir radio dengan Radio siaran non RRI.
Hal ini terlihat dengan adanya radio-radio siaran dan badan-badan usaha yang melegalitaskan kegiatan siaran/ komunikasi usahanya dengan merekrut anggotanya menjadi anggota ORARI. Untuk mempersingkat masa transisi ini dan mencegah jangan adalagi suatu badan radio siaran atau badan lainnya mengajukan permohonan menjadi anggota ORARI maka pada Bulan Februari 1969 Bapak Koentoyo selaku Sekretaris Dewan Telekom menugaskan Bapak Engkus selaku staff Dewan Telekom dan Hasan Koesoema selaku wakil tetap ORARI di Dewan Telekom untuk memberikan pengarahan pada pembina dan pengurus ORARI di Jawa tengah dan Jawa Timur.
Dari hasil pengarahan dan pengamatan ternyata Jawa tengah Bapak Imam Poerwito selaku Kahubad Kodam Diponegoro dan selaku ketua ORARI sudah sejak awal membuat langkah – langkah antisipasi sepert melakukan screening calon anggota dengan ketat melalui ujian dan ini dibuktikan dengan terdominasinya kegiatan ORARI Semarang oleh anggota-anggotanya yang melakukan kegiatan amatir tulen, seperti pemancar rakitan sendiri kegiatan QSO sebagainya. Namun di jawa timur baru setelah diberikan pengarahan pembina ORARI Bapak Tewel baru menyadari akan pandangannya yang keliru tentang kegiatan amatir radio.
sumber : http://www.itu.int/

